Sekolah Inklusi

Sekolah Inklusi


Dampak Permendikbud No. 70/2009 tentang penyelenggaraan sekolah inklusi, maka mulai tumbuh sekolah yang menyatakan sekolahnya adalah sekolah inklusi.  Sekolah inklusi adalah sekolah biasa atau reguler yang menyediakan sarana dan prasarana untuk anak normal dan anak berkebutuhan khusus (ABK).  Jadi Sekolah inklusi memberi kesempatan bagi ABK untuk belajar bersama di sekolah tersebut.  Sekolah inklusi,  akan membantu semua anak untuk saling beradaptasi.  Saat ABK bergabung dengan non ABK, dari segi mental, anak ABK terbantu hingga bisa lebih terpacu menjadi lebih percaya diri. Untuk anak non ABK, akan mempunyai perspektif baru mengenai temannya yang ABK yaitu bahwa ABK bukan sesuatu yang perlu dipandang rendah atau negatif, melainkan setara namun hanya butuh penanganan lebih cermat.  Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019 menunjukkan baru terdapat sekitar 32 ribu sekolah reguler yang menjadi sekolah inklusi di berbagai daerah di Indonesia. 

Pengajaran siswa ABK di sekolah inklusi ternyata berbeda dari sekolah inklusi satu ke inklusi lain. Kurikulum yang dipakai untuk sekolah inklusi biasanya akan ada setidaknya 2 set. Satu kurikulum untuk siswa normal dan satu untuk siswa ABK.  Metode mengajar untuk siswa ABK akan berbeda dengan siswa reguler yaitu lebih menekankan pada penanganan yang tepat untuk anak ABK memberikan pendidikan sesuai kebutuhannya.

Model sekolah inklusi diantaranya adalah:
1.     Kelas Regular, dimana ABK belajar bersama anak lain sepanjang hari di kelas regular         dengan kurikulum sama.  
2.   Kelas Reguler dengan cluster, ABK belajar bersama anak lain di kelas regular dalam     kelompok khusus. 
3.   Kelas Reguler dengan Pull Out, ABK belajar bersama anak lain di kelas reguler, namun dalam waktu tertentu di tarik dari kelas tersebut ke ruang khusus dengan guru pembimbing khusus
4.     Kelas Reguler dengan cluster dan Pull Out, ABK belajar bersama anak lain di kelas regular dalam kelompok khusus. Dalam waktu tertentu mereka di tarik dalam kelas regular keruang khusus dengan guru pembimbing khusus
5.   Kelas Khusus Integrasi, ABK belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler, namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anak lain di kelas regular
6.      Kelas Khusus Penuh, ABK belajar dalam satu kelas khusus pada sekolah reguler.

Sekolah-sekolah inklusi yang ada tidak menggunakan model yang sama.  Pemilihan model biasanya ditentukan dari awal pendirian dengan memperhitungkan majoritas hambatan yang dimiliki ABK, kesediaan SDM, dan kebijakan sekolah.  Tidak semua sekolah inklusi menerima ABK dari berbagai macam hambatan.  Biasanya sekolah inklusi akan melihat tingkat hambatan untuk mengangkat terapist ataupun latar belakang guru ABK.  

School of Human (SOH) adalah salah satu contoh sebuah sekolah inklusi yang menggunakan model kelas reguler dengan pull out, menjadi tempat belajar ABK yang menyenangkan.  Sekolah ini tidak hanyak memastikan guru pendamping yang memiliki hati, terapis yang mengerti kekurangan masing-masing ABK, tetapi juga sebuah sekolah yang memilik sistem dimana siswa normal lain mampu beradaptasi dan berinteraksi positif dengan ABK.   Tempat ini tidak hanya tempat untuk belajar siswa ABK tapi juga tempat bersosialisasi dan beradaptasi dengan siswa normal.  

Alangkah indahnya pendidikan di Indonesia, jika semua sekolah bisa menjadi sekolah inklusi yang memperhatikan kebutuhan ABK…. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membuat sekolah yang di pimpinnya menjadi sekolah inklusi, sekolah yang menerima siswa apa adanya.

Semoga para pemangku kekuasaan dan para pemilik sekolah swasta yang masih berlebel sekolah reguler, dapat membuka diri untuk ABK.


#SekolahInklusi
#AnakBerkebutuhanKhusus(ABK)
#SchoolofHuman
#AISEI_KomunitasPendidikIndonesia


Comments